Advertisments

banner

Advertisments

banner

TANJAB BARAT – Suasana Alun-Alun Kuala Tungkal pada Selasa (4/8) malam tampak meriah dan penuh warna dalam rangkaian Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan Tahun 2026. Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan kolaborasi seni budaya antara Ikatan Keluarga Minang (IKM) dan Keluarga Besar India Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda hiburan rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penampilan dua komunitas budaya tersebut berhasil menciptakan suasana malam yang hangat, meriah, dan penuh kebersamaan.

Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hj. Fadhilah Sadat, S.H. Kehadiran Bupati menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya serta penguatan nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur budaya dalam satu panggung. Ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama.

“Ketika budaya yang berbeda bisa tampil berdampingan dengan harmonis, itu menunjukkan bahwa persatuan kita semakin kuat. Inilah kekayaan sosial yang harus kita jaga,” ujar Bupati.

Acara dibuka dengan Tari Persembahan khas Minangkabau sebagai bentuk penghormatan kepada tamu undangan. Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan seni musik dan tarian khas India yang penuh energi, disusul berbagai pertunjukan tradisional Minangkabau yang berhasil memukau penonton.

Ketua IKM Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Mafendra, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting bagi masyarakat Minang di perantauan untuk terus melestarikan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial dengan komunitas lain.

Sementara itu, Keluarga Besar India turut menampilkan berbagai pertunjukan khas yang memperkaya keberagaman acara. Kolaborasi ini menjadi simbol nyata bahwa setiap komunitas memiliki kontribusi dalam membangun kehidupan budaya yang inklusif di Tanjung Jabung Barat.

Pemerintah daerah menilai kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya memperkuat toleransi, persatuan, dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat. Perbedaan budaya dipandang sebagai potensi besar yang dapat memperkaya identitas daerah apabila dikelola dengan baik.

Rangkaian Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang ekspresi budaya bagi berbagai paguyuban. Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan terus tumbuh sebagai fondasi dalam mewujudkan Tanjung Jabung Barat yang harmonis, berbudaya, dan berlandaskan nilai BERKAH Madani.

By Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *